Minggu, 12 Mei 2013

HIPERAKTIF


Hiperaktif
A.Pengertian Anak hiperaktif
            Secara psikologi hiperaktif mempunyai arti  gangguan tingkah laku yang tidak norma atau tidak wajar yang disebabkan adanya disfungsi neurologi dengan gejala utamanya  tidak mampu memusatkan perhatian.
            Gangguan ini juga disebabkan  krusakan kecil  pada system pusat saraf  dan otak sehingga rentang konsentrasinya pendek dan silit dikendalikan.Penyebab lainnya dikarenakan adanya gangguan  temperamen bawaan(behaior),pengaruh lingkungan,malfungsi otak serta epilepsi.Dan bisa juga terjadi karena adanya gangguan dikepala seperti geger otak,trauma karenapersalinan sulit atau pernah terbentur,infeksi,keracunan,gizi buruk dan alergi makanan.
            Anah hiperaktif adalah anak yang mengalami ggangguan  pemusatan perhatian  dengan hiperaktivitas(GPPH) atau Attention Deficit and Hyperaktivity Disorder(ADHD) yang biasanya terjadi  pada anak usia dini(sebelum usia 7 bulan).dengan ciri utamanya tidak mampu memusatkan perhatian.
 Menurut Dr.Seto Mulyadi dalam bukunya “Mengatasi Problem Anak Sehari-hari“ mengatakan pengertian istilah anak hiperaktif adalah Hiperaktif menunjukkan adanya suatu pola perilaku yang menetap pada seorang anak. Perilaku ini ditandai dengan sikap tidak mau diam, tidak bisa berkonsentrasi dan bertindak sekehendak hatinya atau impulsif.Sedangkan menurut Sani Budiantini Hermawan,Psi., “Ditinjau secara psikologis hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal, disebabkan disfungsi neurologis dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian.
Para ahli mempunyai  perbedaan pendapat  tentang pembagian ADHD menjadi 3 jenis  berikut ini:
1.      Tipe anak yang tidak mampu memusatkan perhatiannya.Mereka memiliki ciri-ciri seperti mudah terganggu perhatiannya,tetapi tidak hiperaktif atau impulsif.Tipe ini biasanya terdapat pada anak permpuan yang sering kali melamun.
2.      Tipe anak yang hiperaktif dan impulsif.Ciri-cirinya mereka  menunjukan gejala hiperaktif dan impulsif,tetapi bisa memusatkan perhatiannya.Tipe ini sering kali ditemukan pada anak-anak kecil.
3.      Tipe  gabungan.Ciri-cirinya mudah terganggu perhatiannya,hiperaktif dan impulsif  yang banyak terjadi pada anak-anak.
B. Ciri-ciri anak yang mengalami gangguan hiperaktif
1.      Tidak ada perhatian
Ketidak mampuan  memusatkan perhatian atau tidak mampu memusatkan kekonsentrasian pada beberapa hal seperti membaca,menyimak pelajaran  dan tidak mendengarkan perkataan orang lain.


2.      Hiperaktif
Terlalu banyak mempunyai energi.Contoh berbicara terus menerus,tidak mampu duduk diam,selalu bergerak dan sulit tidur.
3.      Impulsif
Sulit untuk menunggu giliran dalam setiap aktivitas, seperti dalam permainan,sulit mengatur pekerjaan,bertindak tanpa berpikir dan lain sebagainya.
4.      Menentang
Anak yang mengalami gangguan hiperaktif biasanya menentang dengan keadaan sendirinya,tidak menerima kenyataan  dan tidak mau dinasehati.Misalnya,penderita akan marah jika dilarang lari ke sana ke mari,coret-coret dan lain sebagainya.
5.      Tidak sabar dan usil
Anak yang mengalami gangguan hiperaktif biasa tiak memiliki kesabaran seperti tidak mau menunggu giliran dalam bermain dan sering usil pada temannya ketika dalam permainan.
6.      Intelektualnya rendah
Pada umumnya aqnak yang mengalami gangguan hiperaktif intelektualnya rendah.Hal ini dikarenakan tidak mampu memusatkan perhatian.Seperti tidak memperhatikan giru ketika proses belajar mengajar,sering usil dan lain-lain.Hal ini menyebabkan intelektualnya semakin lama mengurang.
7.      Destruktif
Pada umumnya sifat ini banyak dialami oleh Peserta didik.Namun demikian berbeda dengan anak yang hiperaktif biasanya sering merusak dalam permainan seperti dalam permainanm  lego dan sebagainya.
8.      Bertindak tanpa tujuan
Sering kali anak yang hiperaktif berbuat tanpa memandang kedepannya,tidak mau menangguang resiko sehingga dalam belakukan kegiatan tidak mempunyai tujuan yang pasti dan tidak bertanggung jawab dalam melakukannya.
C. Faktor penyebab hiperaktif pada anak
1.      Kondisi saat hamil dan persalinan
Misalnya keracunan pada akhir kehamilan yang ditandai dengan tingginya tekanan darah,pembengkakan kaki dan ekskresi protein melalui urin,cedera pada otak akibat komplikasi persalinan.
2.      Cedera otak sesudah lahir yang disebabkan oleh bentiran kuat pada kepala anak.
3.      Tingkat keracunan timbal yang parah dapat mengakibatkan kerusakan pada otak.Hal ini ditandai dengan adanya kesulitan dalam berkonsentasi ketika proses belajar nmengajar.Polusi ini bersal dari industri peleburan batera,mobil bakas dan sebagainya.
4.      Lemahnya pendengaran,yang desebabkan adanya infeksi pada telinga sehingga anak tidak dapat memproduksi bunyi yang didengarnya.
5.      Faktor psikis yang lebih banyak dipengaruhi hubungabn anak dengan dunia luar.


D. Masalah-masalah yang biasa dialami oleh anak hiperaktif
1.      Masalah di sekolah
Anak tidak mampu mengikuti pelajaran disekolah dengan baik.Konsentrasinya mudah terganggu membuat anak tidak mampu menyerap materi yang disampaikan guru secara menyeluruh.Rentang perhatian yang pendek membuat anak ingin cepat selesai bila mengerjakan tugas.Kecenderungan bicara yang tinggi akan mengganggu anak dan teman-temannya. Dan banyak dijumpai anak yang hiperaktif banyak mengalami kesulitan membaca,menulis dan matematika.Khusus menulis, anak yang hiperaktif memiliki keterampilan motorik halus yang tidak sebaik  pada anak umumnya.
2.      Masalah di rumah
Anak yang hiperaktif biasanya mudah cemas dan kecil hati sehingga mengakibatkan gangguan psikosomatik(gangguan yang disebabkabn faktor psikologis)seperti sakit kepala dan sakit perut.Hal ini berkaitan dengan toleransi terhadap frustasi sehingga mudah terpancing keemosionalannya.Selain itu juga  cenderung keras kepala dan mudah marah.Hambatan-hambatan tersebut membuat anak  tidak mampumenyesuaikan dirinya di lingkungan terutama dilingkungan rumah.
3.      Masalah bicara
Anak hiperaktif biasanya suka berbicara.Dia banyak bicara tetapi tidak efesien dalam berkomunikasi.Gangguan pemusatan membuatnya sulit untuk melakukan timbal balik dalam berkomunikasi.
4.      Masalah fisik
Anak hiperaktif memiliki tingkat kesehatan fisik yang tidak sebaik dengan anak normal.Hal ini disebabkan adanya gangguan penyakit seperti asma,alergi dan infeksi tenggorokan yang sering dijupai pada anak dan sebagainya.

E. Upaya penanganan  kepada anak yang hiperaktif
            Ada beberapa terapi yang digunakan  untuk menangani  anak hiperaktif,diantaranya:
1.      Applied Behavior Analysis(ABA).Yaitu jenis terapi yang lama digunakan untuk menangani anak yang hiperaktif  yang dilakukan secara penelitian  dan didesain khusus untuk  anak yang autisme.Sistem pemakaiannya dengan memberikan latihan  khusus pada anak  dengan memberikan positive reinforcement(hadiah atau pujaan).
2.      Terapi Wicara.Kebanyakan anak yang hiperaktif mempunyai kesulitan dalam berbicara  dan berbahasa.Hal ini yang paling menonjol dan banyak pula  yang kemampuan bicaranya sanat kurang dan kadang kala bicaranya cukup berkembang,tetapi mereka yang menalami hiperaktif tidak mampu  menggunakan  bicaranya untuk berkomunikasi atau berinteraksi  dengan orang lain.Dengan adanya terapi wicara, anak hiperaktif akan sangat terbantu  dalam berinteraksi atau berkomunikasi  di lingkungan sekitarnya.
3.      Terapi Okupasi.Yaitu  teori yang membahas tentang keterlambatan  dalam perkembangan motorik halus seperti gerak-geriknya kaku dan kasar.Anak yang hiperaktif kesulitan memegang pensil dengan baik,memegang sendok dan lain-lain.Terapi ini sangat penting untuk melatih mempergunakan otot-otot halusnya  secara benar.
4.      Terapi Fisik.Banyak anak yang hiperaktif  mempunyai gangguan  perkembangan dalam motorik kasarnya dan keseimbangan tubuhnya kurang bagus.Dengan  menggunakan terapi fisik ini,anak hiperaktif sangat dibantu  dengat menguatkan otot-ototnya dan memperbaiki keseimbangan  tubuhnya.
5.      Terapi Sosial.Banyak anak yang mengalami  kesulitan  dalam berkomunikasi dan berinteraksi.Hal ini anak membutuhkan pertolongan  keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
6.      Terapi Bermain.Terapi ini sangat dibutuhkan dalam perkembangan  keterampilan,kemampuan gerak,minat dan bakat.Terapi ini digunakan sebagai sarana pengobatan  untuk pencapaian aktivitas baru.
7.      Terapi Perilaku.Anak yang mengalami hiperaktif,biasanya anak tersebut mengalami kesulitan dalam mengekspresikan tubuhnya.Sehingga tak heran lagi anaknya sering mengamuk dan sebagainya.Dalam mencari solusinya yaitu dengan merekomendasikanm  perubahan lingkungan secara rutin.
Selain terapi-terapi yang telah disebutkan diatas,ada beberapa upaya-upaya yang sdapat atau bisa dilakukan oleh orang tia  atau guru dalam mendidik anak-anaknya yang mengalami hiperaktif,antara lain:
1.      Orang tua memerlukan penambahan atau wawasan tentang adanya gejala hiperaktif pada anak.
2.      Mengenal kelebihan,bakart dan minat anak.
3.      Membantu anak dalam bersosialisasi dalam lingkungannya.
4.      Menggunakan teknik-teknik  pengolahan perilaku seperti penguat positif (memberikan pujian atau hadiah).
5.      Memberikan ruang gerak  yang cukup terhadap aktivitas anak.
6.      Menerima keterbatasan  anak.
7.      Membangkitkan rasa percaya diri pada anak.
8.      Dan bekerja sama  dalam membimbing anaknya dengan guru di sekolah terutama guru Bimbingan Konseling(BK).

Faktor-faktor penyebab hiperaktif yaitu  kondisi saat hamil dan persalinan,cedera otak sesudah lahir,tingkat keracunan timbal yang parah,lemahnya pendengaran dan faktor psikis.Dan masalah yang dihadapi biasanya  masalah di sekolah,masalah di rumah,masalah berbicara dan masalah fisik.
Sedangkan cara atau upaya untuk menanganinya meliputi:Applied Behavioral Analysis(ABA),terapi wicara,terapi okupasi,terapi fisik,terapi sosial,terapi bermaun dan terapi perilaku yang semuanya ini sangat membantu  dalam perkembangan  dan pertumbuhan anak yang mengalami gangguan hiperaktif.

3 komentar: